Laba Naik, BNI Naik Peringkat dalam Survei Bank Asing di Jepang

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 20:24 WIB
BNI
Foto: BNI
Jakarta -

BNI Tokyo berhasil naik peringkat dalam Foreign Banks in Japan Survey 2020 yang diterbitkan oleh KPMG Global Financial Services pada 11 Agustus 2020. Berdasarkan penilaian perolehan laba, BNI menempati peringkat ke-29 dari 56 bank asing yang beroperasi di Jepang tahun 2020. Sebelumnya BNI berada di peringkat ke-39.

General Manager BNI Tokyo Muhamad Emil Azhary mengatakan, sebagai satu satunya bank BUMN asal Indonesia yang beroperasi di Jepang sejak tahun 1959, BNI Tokyo mengemban misi mendukung perkembangan hubungan ekonomi antara Jepang dan Indonesia.

BNI Cabang Tokyo, sambung Emil, mampu memposisikan diri tidak kalah dengan bank asing lainnya yang beroperasi di Jepang dalam hal kinerja. Hal itu dibuktikan, antara lain dari pencapaian laba yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Pencapaian laba BNI lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja beberapa bank asing lainnya yang justru mengalami penurunan pada tahun 2020. Padahal, dari sisi aset, bank-bank asing tersebut lebih besar dibandingkan BNI.

BNIBNI Foto: BNI


Emil memaparkan, pencapaian itu menunjukkan BNI Tokyo lebih efisien dan lebih efektif dalam mengoptimalkan earning asset dan liabilities. Dalam hal efisiensi, survei menempatkan BNI pada peringkat 10 dari 56 bank asing di Jepang, atau melonjak dari peringkat 41 pada tahun 2019.

"Ke depannya BNI Tokyo akan tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai, salah satunya dengan selektif dalam memilih portfolio aset dan tetap mencari peluang bisnis baru di tengah kondisi pandemi dan perlambatan ekonomi global," ujar Emil dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2020).

BNI Kantor Cabang Tokyo berkantor di Kokusai Building, Marunouchi, Chiyoda, Tokyo. Hingga Semester I 2020, pendapatan sebelum pajak BNI Tokyo tercatat mencapai USD 7,26 juta, atau tumbuh 46% yoy, didukung oleh pertumbuhan fee based income yang naik 51% yoy mencapai USD 3,35 juta dan net interest income yang tumbuh 26% mencapai USD 6,52 juta.



Simak Video "Pegawai Suspek Corona, 7 Kantor Bank BUMN di Yogyakarta Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)