RI Berharap Ramalan Soros Tidak Menjadi Kenyataan
Rabu, 11 Jan 2006 13:39 WIB
Jakarta - Indonesia berharap ramalan konglomerat George Soros soal resesi ekonomi AS tahun 2007 tidak akan menjadi kenyataan. Kalau ramalan tokoh yang sukses menjungkalkan mata uang Asia itu menjadi kenyataan, maka Indonesia akan menjadi negara yang paling menderita.Harapan itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam diskusinya dengan para pelaku pasar obligasi di Graha Sawala Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/1/2006)."Hopefully tidak. Kalau itu terjadi akan menimbulkan ramifikasi global ekonomi yang kemudian mempengaruhi regional terutama Indonesia karena ini dikaitkan dengan faktor secara domestik. Kita masih memiliki banyak challenge yang harus di-manage," urai Sri Mulyani soal ramalan Soros tersebut.Pemerintah berjanji melaksanakan kebijakan fiskal secara hati-hati seperti yang sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. "Bedanya adalah Menkeu akan lebih aktif memberikan warning kepada seluruh kabinet bila situasi tidak sesuai rencana, sehingga perlu dilakukan adjusment apakah ke atas atau ke bawah," tegasnya.Berkaitan dengan rupiah, mantan ekonom UI ini berharap nilainya bisa stabil sehingga tidak mempengaruhi ekonomi makro secara keseluruhan.Namun untuk harga minyak dunia, Sri Mulyani mengaku pemerintah sulit memperkirakannya. "Kita nggak yakin akan lebih rendah dari US$ 57 atau di atas US$ 60 per barel karena seluruh analis berbeda-beda diantara kisaran US$ 50-60 per barel," ungkapnya.
(qom/)











































