BNI Sisihkan 5% Kredit untuk Sektor Tekstil

BNI Sisihkan 5% Kredit untuk Sektor Tekstil

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2006 16:02 WIB
Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) akan mengalokasikan 5 persen dari total penyaluran kreditnya untuk sektor tekstil pada tahun ini.Penyaluran kredit ini sebagai upaya membantu program pemerintah yang akan menghidupkan lagi sektor tekstil yang pernah berjaya di tahun 1980-an."Kita tidak pernah menutup pintu pada industri ini, intinya saya selalu mengatakan bahwa bank pada dasarnya tidak pernah mengatakan tekstil sebagai sunset industry," kata Dirut BNI Sigit Pramono.Hal itu diungkapkannya usai pertemuan antara Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Bank Indoensia (BI) dan perbankan nasional, yang membahas masalah pendanaan industri tekstil di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/1/2006). Diakui Sigit, selama ini industri tekstil nasional seolah tenggelam sehingga perbankan pun enggan membiayai sektor ini. Namun setelah adanya pertemuan yang membahas masalah tekstil ini, BI dan perbankan nasional sepakat mendukung persoalan yang dihadapi industri tekstil.Meski begitu, kalangan perbankan meminta agar masalah seperti risiko dan revaluasi aset dapat diperbaiki terlebih dahulu.Pemerintah juga diminta konsisten terhadap komitmennya jika memang industri tekstil adalah salah satu andalan ekonomi Indonesia.Menurut Sigit, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sektor tekstil yang ada di BNI relatif terkendali sebesar 2,8 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads