Pesan buat Pemerintah soal Bank Jangkar

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 00:06 WIB
Petugas mengecek kondisi uang rusak yang ditukarkan oleh warga di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (6/6). BI meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar dengan uang baru sehingga uang yang beredar di masyarakat berkualitas tinggi dengan syarat, uang asli, masih tersisa minimal 2/3 bagian dari bentuk uang tersebut dan masih terdapat nomor seri. Agung Pambudhy/detikcom.
Ilustrasi bank/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Program Bank Jangkar adalah sebuah program yang tak lazim yang mungkin hanya ada di Indonesia. Sebagai program yang baru maka langkah pertama adalah melakukan sosialisasi. Kementerian Keuangan harus melakukan sosialisasi yang baik. Terkoreksinya harga saham bank-bank Buku 4 menurut banyak pelaku pasar disebabkan oleh tanggapan negatif dari program baru ini.

Harga pasar yang terkoreksi ini dilakukan oleh para investor asing. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan kaburnya investor asing ini, namun kondisi itu memperlihatkan bahwa ada risiko baru yang akan ditanggung oleh Bank Jangkar.

"Perlu diingat bahwa harga saham merupakan refleksi dari kondisi arus kas di masa depan," ujar Harvick Hasnul Qolbi Bendahara PBNU, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020)

Jika Kementerian Keuangan dapat meyakinkan pelaku pasar dalam hal ini investor asing bahwa arus kas di masa depan dari Bank Jangkar akan positif akibat program baru ini maka harga saham Bank Buku 4 akan kembali naik dengan sendirinya. Sejauh mana Kementerian Keuangan menanggapi dengan baik respons investor internasional akan menentukan bukan hanya baliknya investor asing dan naiknya harga saham, namun yang lebih penting lagi kebijakan ini kredibel.

Menurut Harvick membuat program baru yang menyangkut kepercayaan publik haruslah dilakukan secara hati-hati, apalagi publik yang terlibat adalah para investor asing yang dapat segera menghitung potensi risiko yang akan diterima oleh Bank Jangkar. Mungkin saja para investor asing salah dalam menghitung risikonya karena informasi yang mereka terima juga keliru.

Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Adaptasi Kebiasaan Baru, Jenius Rilis Fitur Pembayaran Nontunai"
[Gambas:Video 20detik]