Bank Syariah BUMN Mau Digabung, OJK: Biar Selevel dengan BUKU 4

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 10:51 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (tengah) bersama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kanan) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menghadiri Peluncuran Digital Kredit UMKM yang diselenggarakan oleh HIMBARA dan eCommerce di Jakarta, Jumat (17/7/2020). OJK dalam kebijakannya sangat mendukung pengembangan UMKM termasuk dalam masa pandemi COVID-19 dengan memberikan keringanan kredit perbankan dan pembiayaan kepada UMKM yang terdampak. ANTARA FOTO/Humas OJK/pras.
Foto: ANTARA FOTO/PRASETYO UTOMO
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik rencana Kementerian BUMN yang ingin menggabungkan atau merger bank-bank syariah pelat merah. Rencananya, merger dilakukan pada Februari 2021. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, Indonesia harus memiliki lembaga keuangan syariah yang besar.

"Kita harus membuat lembaga keuangan syariah yang sepadan," katanya dalam acara Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) secara virtual, Senin (21/9/2020).

Wimboh mengatakan, pihak OJK ingin Indonesia memiliki bank syariah yang masuk kelompok buku IV atau dengan modal inti di atas Rp 30 triliun. Dengan begitu, daya saing bank syariah menjadi lebih kuat.

"Kami menyambut baik rencana yang dilakukan oleh Kementerian BUMN untuk membentuk satu sinergitas bank syariah yang lebih besar lagi dan tentunya akan bisa menjadi bank syariah yang levelnya sama seperti bank buku 4," ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Teguh Supangkat, perlu ada pembicaraan mendalam terkait merger tersebut.

"Konsolidasi ini kemarin dari Kementerian BUMN mau melakukan konsolidasi atau merger dari bank-bank BUMN syariah. Nanti kita bicarakan. Kita belum bicara secara mendalam terkait konsolidasi itu," kata Teguh dalam webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Kamis (23/7/2020).

Teguh menuturkan, saat ini OJK memang sudah memiliki aturan tentang konsolidasi bank, termasuk bank syariah. "Kita punya POJK konsolidasi yang memungkinkan itu dilakukan suatu konsolidasi untuk menjadi bank syariah yang kuat," tuturnya.

Namun, Teguh mengatakan saat ini industri perbankan syariah masih perlu membahas peninjauan ulang kebijakan spin off yang diberlakukan bagi bank umum konvensional (BUK) atas unit usaha syariah (UUS) yang dimilikinya dan dikonversi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) seperti yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Selanjutnya
Halaman
1 2