Gara-gara Temuan BPK, Nasabah BNI Terancam Kabur

Gara-gara Temuan BPK, Nasabah BNI Terancam Kabur

- detikFinance
Jumat, 13 Jan 2006 20:42 WIB
Jakarta - Akibat temuan BPK soal kredit bermasalah, BNI terancam kehilangan nasabah. Nasabah itu memilih 'kabur' karena khawatir ikut terekspose dalam kasus temuan kredit macet tersebut. "Isu kredit cukup sensitif. Beberapa nasabah khawatir mereka ikut terekspose," kata Dirut BNI Sigit Pramono dalam perbincangannya dengan wartawan di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (13/1/2006).Sigit menjelaskan, telah terjadi perbedaan pandangan oleh BPK yang mengklaim telah mempublikasikan kredit macet tersebut. Pada tahun 2004, total kredit yang disalurkan BNI sebesar Rp 57,87 triliun yang tergolong dalam kredit bermasalah baik kolekt 3,4,5 sebesar 4,6 persennya atau sekitar Rp 2,6 triliun. "Tidak semua kredit beramasalah ini berpotensi merugikan negra karena tidak semuanya macet. Masih ada yang tersendat," ujarnya.Menurut Sigit, perrbedaan pandangan ini terjadi karena BPK hanya mengaudit pada perkreditan dan pengadaan barang dan jasa, namun tidak mengaudit secara umum. Ia menegaskan, masalah NPL merupakan hal yang lumrah di perbankan. Sigit mengakui, beberapa kasus yang menonjol seperti PT Indonesia Baja Garuda (IBG) sebesar Rp 82 miliar, Pasaraya Toserba Jaya sebesar Rp 63 miliar dan Parmalat US$ 2 juta memang macet, tapi sudah dipublikasikan melalui media masa. "Tidak ada yang kami tutup-tutupi. Itu sudah pernah diberitakan sebelumnya. Tidak ada fakta baru," tegasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads