3 Fakta Seputar 496 Transaksi Mencurigakan oleh Bank RI

Soraya - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 20:00 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bocoran dokumen Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengungkapkan ada 496 transaksi janggal atau mencurigakan yang membawa keluar dan masuk dana triliunan rupiah ke Indonesia. Berikut 3 fakta seputar bocoran dokumen tersebut:

1. Total Dana Gelap yang Keluar Masuk RI Mencapai Rp 7,46 T

Total aliran dana mencurigakan yang keluar atau masuk ke Indonesia itu mencapai US$ 504.659.215 atau sekitar Rp 7,46 triliun dari Februari 2013 sampai 3 Juli 2017.

Rincinya, uang yang masuk ke Indonesia senilai US$ 218.499.012, sedangkan uang yang ditransfer ke luar Indonesia mencapai US$ 286.160.203.


2. Melibatkan 19 Bank Besar di Indonesia

Dikutip dari situs Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (International Consortium of Investigative Journalists/ICIJ), Selasa (22/9/2020), aliran dana mencurigakan itu masuk dan keluar melalui bank-bank besar yang ada di Indonesia bahkan beberapa di antaranya ada nama bank pelat merah yang ikut melakukan transaksi mencurigakan tersebut.

Secara keseluruhan, ada 19 bank di Indonesia terekam melakukan transaksi mencurigakan tersebut.

Ke-19 bank tersebut terdiri dari Bank DBS Indonesia, Bank Windu Kentjana International, Hong Kong Shanghai Banking Corp, Bank Central Asia (BCA), dan Bank CIMB Niaga. Selain itu, Panin Bank, Nusantara Parahyangan, Bank of India Indonesia, OCBC NISP, Bank Danamon, dan Bank Commonwealth.

Selanjutnya, Bank UOB Indonesia, Bank ICBC Indonesia, Chinatrust Indonesia, Standard Chartered, Bank International Indonesia, dan Citibank. Lalu, ada juga 2 bank pelat merah yang terekam ikut mengalirkan dana mencurigakan tersebut yaitu Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Titip Dana PEN di Bank Sulselbar-Kalbar Rp 1,5 T"
[Gambas:Video 20detik]