NPL BNI Tahun 2005 di Atas 10%

NPL BNI Tahun 2005 di Atas 10%

- detikFinance
Senin, 16 Jan 2006 11:23 WIB
Jakarta - Kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) gross BNI sepanjang tahun 2005 menggelembung hingga di atas 10 persen. Padahal pada tahun 2004, NPL BNI hanya 4,6 persen."Saya belum bisa menghitung secara rinci. Namun di atas 10 persen. Alasannya nanti akan disampaikan ke pemegang saham," ungkap Dirut BNI Sigit Pramono.Hal itu disampaikan dia dalam sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Ditjen Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) di Gedung BNI, Jalan Lada No 1, Jakarta, Senin (16/1/2006).Namun Sigit menggarisbawahi, angka NPL tersebut baru sebatas perkiraan dan belum diaudit.Total kredit yang disalurkan pada tahun 2005 mencapai Rp 62,9 triliun. Komposisi kredit yang disalurkan adalah untuk korporasi sebesar 41,6 persen, dan sisanya non-korporasi 58,4 persen.Sebagai perbandingan, NPL gross BNI tahun 2004 mencapai 4,6 persen, dengan total kredit Rp 57,8 triliun. Kredit itu disalurkan untuk korporasi 40,6 persen dan sisanya non-korporasi.Untuk tahun 2003, NPL mencapai 5,7 persen dengan total kredit Rp 46,4 triliun, dengan porsi korporasio 44 persen.Mengenai kerjasamanya dengan DJPLN, Sigit mengatakan nilai objek tanggungan yang akan diserahkan pelelangannya adalah milik 38 debitur dengan nilai hak tanggungan Rp 247 miliar dan jaminan Rp 312 miliar.Sementara Dirjen PLN Machfud Sidik mengatakan, hingga November 2005, direktoratnya telah menangani 175 ribu berkas piutang dengan nilai Rp 22,9 triliun. Berkas itu terbanyak dari perbankan sebesar Rp 20,6 triliun. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads