BI: Harga Minyak Dunia Masih Jadi Ancaman Inflasi
Selasa, 17 Jan 2006 11:55 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan dalam kuartal I-2006 ini laju inflasi akan ada di kisaran 3 persen dan sampai akhir tahun 8 persen.Namun, angka inflasi bisa melonjak jika harga minyak dunia kembali menyentuh level US$ 70 per barel.Deputi Gubernur BI Miranda S Goeltom mengatakan, inflasi bulanan (month to month) akan turun.Sedangkan inflasi kuartal per kuartal juga akan turun yang diperkirakan ada di kisaran 3 persen pada kuartal I-2006."Tetapi masih bisa membawa inflasi menyentuh level 8 persen pada akhir tahun," ujar Miranda dalam pidato di seminar wealth management di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Menurut Miranda, pada kuartal III-2006, inflasi akan mendekati 1 persen, walaupun nantinya akan naik sedikit pada kuartal IV-2006 sebesar 2 persen.Sedangkan untuk inflasi year on year, diperkirakan masih akan tinggi hingga kuartal III-2006.Miranda menjelaskan, perkiraan angka inflasi tersebut sudah memakai asumsi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 30 persen, naiknya upah minimum regional (UMR), dan harga minyak dunia US$ 57 per barel."Tapi jika harga minyak menyentuh US$ 70 per barel, maka tekanan inflasi akan tetap tinggi," ujar wanita yang gemar mewarnai rambutnya ini.Ditegaskan Miranda, meski rupiah mulai stabil dan inflasi terkendali, namun BI akan tetap menerapkan kebijakan yang berhati-hati seperti tight bias policy.
(ir/)











































