BI Akan Buat Instrumen Moneter Repo Rate
Selasa, 17 Jan 2006 12:24 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) akan menambah instrumen moneternya untuk menstabilkan rupiah, yakni repo rate. Selama ini instrumen yang dipakai menjaga rupiah antara lain inflasi dan suku bunga.Repo rate ini berasal dari transaksi yang terjadi dalam government bond repo market atau Surat Utang Negara (SUN) repo market."Ini terealisasi kalau repo market sudah terbentuk dan likuiditas cukup tinggi untuk berbagai SUN, maka bisa terbentuk mekanisme pembentukan harga pasar dan nanti akan tercatat dalam repo rate," kata Deputi Gubernur BI Miranda S Goeltom.Hal itu diungkapkan Miranda dalam pidato di seminar wealth management di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Sebelumnya, ungkap Miranda, BI pernah membentuk repo Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dipakai sebagai instrumen untuk melakukan ekspansi moneter.Sehingga BI bukan hanya melakukan kontraksi likuiditas dari pasar, tapi juga melakukan injeksi dari pasar.Instrumen repo rate ini akan diluncurkan jika government bond repo market sudah aktif, yang rencananya dilakukan tahun ini.Implementasi government bond repo market, ujar Miranda, tergantung dari Departemen Keuangan (Depeku) yang berencana menambah penerbitan berbagai seri SUN.Untuk instrumen repo rate, penyelesaian transaksinya akan menggunakan scrippless settlement security system.Saat ini, ungkap Miranda, BI telah mengumpulkan SUN lebih dari Rp 10,5 triliun. Namun jumlah ini belum cukup untuk menjadi instrumen moneter, karena yang diperlukan sebesar Rp 50-60 triliun.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
