Rupiah Stagnan di 9.475/US$
Selasa, 17 Jan 2006 16:58 WIB
Jakarta - Setelah terlempar ke level 9.500 per dolar AS, rupiah beringsut ke posisi semula. Pada akhir perdagangan Selasa (17/1/2006) pukul 17.00 WIB, rupiah ditutup stagnan di level 9.475 per dolar AS.Pada awal perdagangan, rupiah sempat terpuruk hingga level 9.530/9.540 per dolar AS. Level terendah tercapai di 9.555 per dolar AS.Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom yakin nilai tukar rupiah bisa menguat hingga akhir tahun 2006. Menurut Miranda, kestabilan dan penguatan rupiah saat ini, terjadi karena adanya differential interest rate yang masih menarik, sehingga orang cenderung memegang rupiah. Namun Miranda tetap mengingatkan, adanya tekanan-tekanan terhadap rupiah, seperti naiknya tingkat suku bunga the Fed yang bisa menggangu kestabilan rupiah.Sementara pengamat valas, Pardi Kendy mengatakan, penguatan rupiah lebih dipengaruhi oleh menguatnya mata uang regional secara keseluruhan terhadap dolar AS. Namun penguatan rupiah belum didukung fundamental ekonomi yang kuat.Menurut Pardi, penguatan rupiah menjadi spesial karena terimbas dari masuknya dana asing yang memborong saham dan obligasi.
(qom/)











































