Hasil Riset: Di Tengah Pandemi, Tabungan di Bank Tembus Rp 6.500 T

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 16:22 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi berkepanjangan di Indonesia sangat berdampak pada perlambatan ekonomi. Pasalnya ekonomi Indonesia masih bergantung pada sektor konsumsi.

Akibat lemahnya konsumsi masyarakat ini pada Juli hingga Agustus 2020 terjadi deflasi. Selain itu kebanyakan masyarakat menyimpan uang mereka di lembaga keuangan.

Mengutip riset Lifepal.co.id disebutkan jika kenaikan jumlah simpanan di bank umum melebihi rata-rata Maret dan Agustus 2020.

"Peningkatan jumlah simpanan pada Agustus 2020 mencapai 11,28%, lebih tinggi dari kenaikan bulan yang sama tahun 2017 sebesar 9,92%, 2018 6,63% dan 2018 7,57%," tulis riset tersebut, dikutip Rabu (14/10/2020).

Kemudian saat pandemi, walaupun 7days reverse repo rate sebesar 4,39% simpanan justru melonjak 11,28%.

Sebelumnya Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan ada ketidakseimbangan dalam data perbankan nasional saat ini. Jumlah dana pihak ketiga (DPK) di perbankan semakin menggunung, sementara pertumbuhan kredit sangat landai.

"Kalau dari data perbankan, ini kami baru mencoba lihat data per Agustus, itu kalau dilihat data penabung meningkat pesat. Kalau hitungan kami secara industri, DPK tahun ini bisa tumbuh di atas 8%, padahal kredit maksimal hanya 1,5%," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2