Merger 3 Bank BUMN Syariah Bakal Rampung Februari 2021

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 14:49 WIB
Komisioner OJK, Heru Kristiyana
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Proses merger tiga bank syariah BUMN diharapkan bisa selesai pada Februari 2021 mendatang. Kepala eksekutif pengawasan perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan proses merger ini melibatkan dua pengawas yakni pasar modal dan pengawas perbankan.

"Proses bisa lebih cepat untuk dilakukan jika dokumen dan syarat yang disampaikan lengkap dan proses penggabungan bisa cepat dan Februari akan selesai dan diharapkan jalannya mulus," kata dia dalam acara Money Talk CNBC Indonesia TV, Kamis (15/10/2020).

Heru mengungkapkan jika dokumen yang disampaikan lebih cepat maka OJK tidak akan menghambat proses penggabungan ini. OJK juga mendorong perbankan untuk melakukan konsolidasi.

"Seperti kalau menyimak ceritanya, konsolidasi ini jadi tren, banyak bank kita yang merger karena sadar layanan bank skala besar itu lebih efisien dan berdaya saing akan menjadi harapan yang baik untuk seluruh nasabah," ujarnya.

Musim pandemi juga menjadi momentum karena ini sangat mempengaruhi masyarakat yang tetap aktif dalam bertransaksi perbankan. Misalnya bank harus menyediakan teknologi yang canggih karena banyak nasabah yang enggan datang ke kantor cabang.

"Ini kan butuh modal teknologi yang canggih, sehingga bank yang belum bisa melayani secara digital silakan cari partner bank besar yang berdaya saing dan efisien. Ini juga untuk memperkuat diri dari tantangan yang semakin besar ke depan," jelas dia.

Heru mencontohkan saat ini sudah ada rencana konsolidasi seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan menggabungkan anak usaha syariahnya yakni BCA Syariah dengan Bank Interim. Hal ini untuk memperkuat skala usaha hingga lebih efisien dan melayani nasabah agar lebih baik.

(kil/eds)