Blockchain Diwajibkan Punya Standarisasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 17:45 WIB
ilustrasi blockchain
Ilustrasi/Foto: Internet
Jakarta -

Blockchain saat ini telah menjadi salah satu teknologi yang digunakan di berbagai sektor usaha. Misalnya uang virtual atau cryptocurrency seperti bitcoin.

Blockchain adalah sebuah sistem penyimpanan data digital yang terdiri dari banyak server (multiserver). Pada teknologi blockchain, data yang dibuat oleh satu server dapat direplikasi dan diverifikasi oleh server yang lain.

Mengutip cointelegraph.com, Sabtu (17/10/2020), sebuah studi yang dilakukan oleh Forum Ekonomi Dunia dan Dewan Bisnis Blockchain Global menyebut blockchain masih memiliki kekurangan yang harus disempurnakan.

Misalnya masih ada kesenjangan, divergensi, dan tumpang tindih untuk menciptakan pengaturan standar industri blockchain.

Memang banyak industri yang sudah menunjukkan minat yang luar biasa dengan blockchain ini.

Dari laporan itu disebutkan ada lima bidang yang masih mengalami masalah keamanan, Internet of Things, identitas, persyaratan hingga terminologi.

Studi juga menyebutkan, jika terminologi blockchain di seluruh dunia tidak bisa disamaratakan dan belum ada kepastian.

Menurut laporan tersebut harus ada standar global untuk mengatur penggunaan blockchain ini. Hal ini juga untuk meningkatkan potensi teknologi blockchain dan potensi risiko yang akan terjadi ke depan.

Jika tidak ada standar yang digunakan maka hal ini akan menyulitkan pengujian platform blockchain karena tidak ada formalisasi dan standarisasi.

Regulator di berbagai negara harus mempelajari dengan detil terkait teknologi blockchain ini sebelum benar-benar menetapkan standar nasional atau standar global.

Laporan juga menyampaikan standarisasi yang jelas juga tergantung dari seberapa paham regulator dengan teknologi yang diawasinya tersebut.

(kil/eds)