Sampoerna Mundur, UFS Berpeluang Kuasai Kiani
Kamis, 19 Jan 2006 10:23 WIB
Jakarta - Harapan Bank Mandiri agar PT Sampoerna Strategic, milik keluarga Sampoerna, menyelesaikan kredit bermasalah PT Kiani Kertas sirna.Calon kuat pembeli perusahaan bubur kertas ini tiba-tiba menyatakan tidak dapat melanjutkan transaksi dengan Bank Mandiri.Mundurnya Sampoerna diperkirakan akan membuat peluang United Fiber System Limited (UFS) dari Singapura kembali terbuka, setelah sebelumnya ditolak Bank Mandiri pada 6 Januari."Tanpa diskusi dan negosiasi lebih lanjut pada 16 Januari, secara tertulis Sampoerna memutuskan untuk menghentikan diskusi lebih lanjut dengan Bank Mandiri terkait dengan Kiani Kertas," kata Direktur Bank Mandiri Abdul Rachman dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (19/1/2006).Menurut Abdul, Bank Mandiri secara tertulis juga telah meminta Sampoerna untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Namun permintaan tersebut dijawab oleh Sampoerna pada 17 Januari, bahwa Sampoerna menganggap transaksi ini tidak dapat diselesaikan.Mundurnya Sampoerna terkait dengan keinginan Bank Mandiri yang ingin melakukan revisi kepada penasihat keuangannya PT Danareksa Sekuritas untuk melakukan diskusi lebih lanjut dengan Sampoerna.Pasalnya, Sampoerna melalui penasihat keuangannya, pada 2 Januari telah menyetujui untuk mempercepat pelunasan utang Kiani ke Bank Mandiri sebesar US$ 201 juta dan membeli 100 persen saham Kiani senilai US$ 200 juta.Namun dalam conditional debt sale and purchase agreement (CDSPA) yang diajukan Sampoerna pada 13 Januari untuk ditandatangani pada 17 Januari, ternyata berbeda dengan kesepakatan awal pada 2 Januari."Namun konsep revisi tersebut ternyata dikonstruksikan oleh Danareksa dan Sampoerna sebagai suatu counter offer yang tidak dapat diterima secara komersil," ungkap Abdul.Meski Sampoerna yang semula digadang menjadi calon kuat telah mundur, Bank Mandiri, ujar Abdul, tetap akan melakukan upaya restrukturisasi kredit Kiani.Prioritas penanganan kredit Kiani ini dilakukan untuk menekan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) menjadi 5 persen di akhir tahun 2007. Pada triwulan III-2005, NPL Bank Mandiri mencapai 23,4 persen.Mundurnya Sampoerna, yang membuka peluang UFS untuk masuk kembali telah membuat saham Unifiber di Bursa Singapura naik 5,66 persen.Sebaliknya saham Bank Mandiri yang tercatat di BEJ dengan kode BMRI hingga pukul 10.15 JATS turun Rp 10 menjadi Rp 1.730 per saham.
(ir/)











































