Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 873 T hingga September, Naik 3%

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 12:48 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat kinerja kredit konsolidasi meningkat 3,79% menjadi Rp 873,73 triliun hingga akhir September. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers kinerja kuartal III-2020 secara virtual, Jakarta, Senin (26/10/2020). Dengan total kredit tersebut, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank Mandiri berada di level 3,33%.

"Sebagai bukti komitmen Bank Mandiri, sampai kuartal III-2020 Mandiri menunjukkan kinerja baik. Pertama total kredit tumbuh 3,79% mencapai Rp 873,73 triliun, NPL 3,33%," kata dia.

Sementara Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan meningkatnya kinerja kredit Bank Mandiri tidak terlepas dari capaian-capaian anak usaha. Adapun total kontribusi anak perusahaan terhadap laba konsolidasi tumbuh 13,5%.

Dilihat secara rinci, total aset anak usaha tumbuh 12,4% menjadi Rp 218,1 triliun, total kredit tumbuh 7,8% menjadi Rp 122,6 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21,2% menjadi Rp 130,0 triliun. Total income tumbuh 2,3% menjadi Rp 20,8 triliun.

"Kinerja Bank Mandiri tidak lepas dari kinerja perusahaan anak," kata Ahmad Siddik.

Penyaluran kredit produktif perseroan secara bank only tumbuh sebesar 3,88% yoy menjadi Rp 616,37 triliun di September 2020, yang terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp 314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp 301,55 triliun.

Untuk penyaluran kredit ke segmen wholesale, masih menjadi motor pembiayaan perseroan dengan komposisi sebesar 65,3% atau Rp 492,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,73% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun pembiayaan ke sektor usaha mikro, menjadi kontributor lainnya, dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,03% secara tahunan menjadi Rp 49,07 triliun.

Saat ini salah satu fokus penyaluran kredit perseroan adalah membantu para pelaku usaha terdampak COVID-19, khususnya pelaku UMKM, untuk mengembalikan usaha yang sempat menurun akibat pandemi COVID-19.

Selain itu, Bank Mandiri juga terlibat dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia juga terlihat pada penyaluran kredit dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang mencapai Rp 42,6 triliun per 30 September 2020 kepada 132.979 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132.939 debitur atau 99% diantaranya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit 406.434 debitur UMKM terdampak COVID-19 dengan nilai outstanding Rp 47,7 triliun per 30 September 2020 untuk mendukung keberlangsungan usaha. Secara keseluruhan, total kredit yang direstrukturisasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur.

Dorongan kepada pelaku UMKM juga diberikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 14,74 triliun atau 83,28% dari target penyaluran tahun ini yang mencapai Rp 17,7 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 175.140 debitur. Dengan demikian, outstanding KUR Bank Mandiri sejak tahun 2015 hingga saat ini mencapai Rp 36,0 triliun kepada 1,74 juta debitur.



Simak Video "Uang Miliaran Rupiah Raib, Nasabah Segel Kantor Unit Bank Mandiri"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)