Aslim: Rupiah Masih Rentan
Jumat, 20 Jan 2006 15:41 WIB
Jakarta - Meski sudah menguat cukup tajam, namun posisi nilai tukar rupiah masih rentan. Hal ini dikarenakan penguatan rupiah hanya ditopang oleh aliran modal jangka pendek yang sangat mudah berbalik arah.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin kepada wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/1/2006)."Jelas masih rentan, kalau itu inflow jangka pendek dan berbalik arah," tegas Aslim.Mengenai rupiah yang kini bercokol di level 9.400-an per dolar AS, Aslim menilainya sebagai level yang cukup kondusif untuk transaksi ekspor dan impor."Saya kira itu cukup kondusif untuk ekspor dan impor dan belum ada yang dikhawatirkan," kata Aslim.Aslim menjelaskan, penguatan rupiah dipengaruhi oleh dua faktor, yakni eksternal dan internal. Secara eksternal, rupiah diuntungkan oleh melemahnya dolar AS terhadap hampir semua mata uang dunia terkait kondisi AS dan kebijakan moneter ketat yang akan segera diakhiri oleh Bank Sentral AS.Faktor eksternal lainnya yang berpengaruh adalah harga minyak dunia yang saat ini sudah relatif lebih rendah dibandingkan pertengahan tahun lalu.Sementara untuk faktor internal yang mempengaruhi rupiah adalah kondisi makro ekonomi Indonesia yang semakin baik. Selain itu ada kepercayaan investor yang tercermin dari investasi asing walaupun jangka pendek.Mengenai rencana Bank Sentral AS yang akan menaikkan suku bunga untuk terakhir kalinya dalam pertemuan 30 Januari mendatang, Aslim mengatakan bahwa SBI tidak akan serta merta mengikuti kenaikan itu. Hal ini mengingat suku bunga SBI saat ini sudah relatif tinggi.
(qom/)











































