Dipakai Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun US$ 1,5 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 11:24 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa periode Oktober 2020 US$ 133,7 miliar atau turun US$ 1,5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya US$ 135,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 9,7 bulan impor atau 9,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Onny dalam siaran pers, Jumat (6/11/2020).

Penurunan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Onny menyebut cadangan devisa tetap memadai karena didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

"Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," jelasnya.



Simak Video "Utang Tembus Rp 6.000 T, RI Hampir Lampu Merah?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)