Gubernur BI: Lonjakan Harga Minyak Ganggu Rupiah

Gubernur BI: Lonjakan Harga Minyak Ganggu Rupiah

- detikFinance
Rabu, 25 Jan 2006 10:44 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengakui, lonjakan harga minyak akan mengganggu nilai tukar rupiah. Meski bergejolak, namun nilai tukar rupiah masih stabil."Ya, memang ada pengaruhnya untuk kita, terutama untuk kebutuhan impor kita karena nilai dolarnya menjadi besar dan akan sedikit mengganggu," ujar Burhanuddin saat diminta komentarnya mengenai lonjakan harga minyak dunia akhir-akhir ini.Hal itu disampaikannya usai membuka acara kesiapan bank menuju penerapan Basel II di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/1/2006).Meski melemah, namun Burhanuddin menegaskan bahwa nilai tukar rupiah masih tetap terjaga. "Volatilitas dari nilai tukar rupiah kita masih tetap terjaga dan rupiah still di 9.500 per dolar AS," tambahnya.Harga minyak mentah dunia sendiri akhirnya surut setelah sempat mendekati level US$ 70 per barel. Harga minyak berhasil diredam oleh penawaran dari Arab Saudi untuk mengguyur pasar dalam jumlah yang lebih besar guna mencukupi suplai dunia. Harga minyak jenis light akhirnya turun 68 sen menjadi US$ 67,42 per beral. Sementara jenis Brent turun 55 sen menjadi US$ 65,61 per barel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads