Bank Niaga Implementasikan Basel II Sebelum 2008
Rabu, 25 Jan 2006 13:14 WIB
Jakarta - PT Bank Niaga Tbk (BNGA) menargetkan bisa menerapkan aturan Basel II enam bulan sebelum tahun 2008.Bank Indonesia (BI) mensyaratkan perbankan nasional bisa mencapai basel II tahun 2008 dengan modal minimum Rp 80 miliar."Mudah-mudahan dapat tercapai enam bulan sebelum tahun 2008," kata Dirut PT Bank Niaga Peter B Stok di sela acara pencanangan persiapan implementasi Basel II perbankan Indonesia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/1/2006).Untuk mencapai target itu, ungkap Peter, Bank Niaga tengah melakukan refreshing dan memonitor dari waktu ke waktu persiapan tersebut.Menurut Peter, infrastruktur Bank Niaga saat ini sudah cukup baik, dari sisi modal maupun penerapan risk management.Sementara Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam sambutannya mengatakan, penerapan Basel II bertujuan untuk meningkatkan dan menjamin kestabilan serta kesehatan sistem keuangan perbankan.Untuk penerapan Basel II itu diperlukan sebuah infrastruktur dan kualitas yang baik."Berbagai persyaratan infrastruktur penerapan konsesi Basel II dan kemampuan bank untuk menerapkan manajmen risiko adalah sebuah hal yang mutlak," kata Burhanuddin.Menurutnya, stabilitas sistem keuangan perbankan dapat dicapai melalui penerapan tiga pilar secara bersamaan. Pertama, kebutuhan modal minimum atau meningkatkan sensitivitas terhadap risiko. Kedua, review pengawasan dalam mendorong bank untuk menghitung permodalannya sesuai dengan profil risikonya.Ketiga, disiplin pasar dengan meningkatkan keterbukaan sehubungan dengan modal, pengukuran dan manajemen risiko. Serta meningkatkan frekuensi dan volume pelaporan dari perbankan ke tim pengawas.Burhanuddin mengatakan, BI menetapkan Basel II ini sebagai kebijakan prioritas sesuai dengan ketentun Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Diharapkan pada akhir 2010 perbankan Indonesia sudah memiliki ketahanan serta berdaya saing global. "Kita harapkan modal perbankan menjadi Rp 80 miliar di tahun 2008 dan kita akan kita lihat kemampuan modal mereka menjadi Rp 100 miliar di akhir tahun 2010," jelas Burhanuddin.
(ir/)











































