Bank-bank Besar AS Waswas saat Joe Biden Menang Pilpres, Kenapa?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 12:39 WIB
Berharap Berkah dari Kemenangan Joe Biden
Foto: detik
Jakarta -

Kemenangan Joe Biden di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) membuat bank-bank besar negara tersebut was-was. Biden yang datang dari Partai Demokrat itu memiliki seseorang yang cukup kuat dalam timnya, yakni Senat Elizabeth Warren.

Dilansir dari CNN, Kamis (19/11/2020), Warren adalah lawan sengit bank-bank besar AS dan beberapa perusahaan keuangan yang eksis di Wall Street selama menjabat sebagai Senat. Visi misinya selama menjadi senat adalah perlindungan konsumen, peluang ekonomi, dan jaringan pengaman sosial bagi masyarakat kecil.

Ia dikenal sosok yang tangguh terhadap perbankan. Oleh sebab itu, kemenangan Biden yang dipastikan akan membawa Warren kembali dalam pemerintahan diprediksi akan menciptakan pengawasan ketat terhadap Wall Street dan industri keuangan.

"Para CEO bank besar yang membaca daftar itu mungkin agak khawatir," kata Direktur Riset Kebijakan di Compass Point Research & Trading Isaac Boltansky.

Apalagi, dilansir dari The Boston Globe, Warren dilaporkan ingin menjadi Menteri Keuangan AS jika ia kalah dalam pemilihan Senat di negara bagian Georgia.

Selain Warren, Anggota Partai Demokrat Gary Gensler juga merupakan sosok yang membuat perbankan serta Wall Street waswas. Gensler sendiri pernah bekerja sebagai pemimpin tim yang bekerja dengan badan pengatur keuangan termasuk Federal Reserve, SEC dan FDIC. Gensler memimpin Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi dari Mei 2009 hingga Januari 2014.

Di antara regulator era Obama, Gensler adalah orang yang paling agresif dalam menerapkan undang-undang reformasi keuangan Dodd-Frank yang ditentang Wall Street.

"Gary Gensler pasti membawa kembali beberapa kenangan buruk," kata Boltansky.

Meskipun Gensler adalah mantan bankir Goldman Sachs, dia sekarang dipandang sebagai sekutu Warren yang tangguh di Wall Street. Menurut Washington Policy Analyst di Raymond James, Ed Mills, Gensler telah menciptakan banyak musuh selama menjabat di pemerintahan era Obama.

Meski begitu, menurut Boltansky, jika Senat dimenangkan oleh Partai Republik, maka aksi-aksi agresif dari Partai Demokrat untuk industri keuangan dan Wall Street akan tertahan.

Bahkan, jika Biden ingin memilih pejabat yang akan sangat keras terhadap Wall Street, Partai Republik di Senat AS mungkin memiliki suara untuk memblokir upaya itu.

"Progresif benar-benar pertama di papan skor tak terlihat antara progresif dan sentris," kata Boltansky.

Saat ini, Wall Street tidak dipandang sebagai prioritas utama, dengan pemerintahan Biden cenderung berfokus pada pandemi, ketidaksetaraan, dan krisis iklim. Lalu, fakta bahwa bank telah bertahan dari gejolak krisis kesehatan menunjukkan Dodd-Frank bekerja untuk memperkuat sistem.

(zlf/zlf)