Follow detikFinance
Kamis, 26 Jan 2006 12:51 WIB

Rudjito Mundur, Posisi Komut BRI Dikosongkan

- detikFinance
Jakarta - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyetujui pengunduran diri Rudjito sebagai komisaris utama (komut) perseroan.Namun pemegang saham belum mengangkat pengganti Rudjito. Posisi komut dan beberapa komisaris lainnya juga masih dikosongkan.Padahal sebelumnya, nama Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan Mulia P Nasution santer disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Rudjito.Rudjito mundur dari posisi komut karena saat ini menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).Selain Rudjito, komisaris lain yang mundur adalah Krisna Wijaya dan komisaris independen Cyrillus Harinowo.Krisna Wijaya saat ini memangku jabatan Ketua Eksekutif LPS, sedangkan Cyrillus merangkap posisi komisaris di Bank Central Asia (BCA)."Dalam RUPSLB yang baru dibicarakan soal pengunduran diri tidak ada pembicaraan lainnya," kata Dirut BRI Sofyan Basir usai RUPSLB di Gedung BRI Tower I, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Sofyan menolak menjelaskan, kenapa pemegang saham tidak langsung mengajukan nama baru. Saat ini sekitar 58,93 persen saham BRI masih dimiliki pemerintah dan sisanya publik.Sebelumnya, Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu mengatakan, pemerintah tengah melakukan fit and proper test untuk calon komisaris BRI.KinerjaSofyan menjelaskan, sepanjang tahun 2005 pencapaian BRI sesuai dengan target yang ditetapkan pada awal tahun.Total kredit hingga akhir tahun 2005 mencapai Rp 70 triliun dengan porsi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terealisasi sebesar 87 persen.Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) untuk UMKM di bawah 3 persen dan NPL kredit mikro 1,7 persen.Untuk tahun 2006, pertumbuhan kredit ditargetkan naik 15-20 persen dengan porsi UMKM sebesar 80 persen."Di tahun mendatang, mikro masih akan menjadi andalan, karena selama perjalanannya NPL tidak bermasalah," kata mantan Dirut Bukopin ini.Disinggung mengenai rencana pembentukan perusahaan sekuritas, Sofyan mengaku pihaknya belum melakukan pembicaraan lebih lanjut. Apakah akan mendirikan sendiri atau mengakuisisi perusahaan sekuritas yang sudah ada.

(ir/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed