Maybank Baru Siapkan Rp 16,8 M buat Ganti Uang Winda Earl

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 09:37 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Maybank Indonesia Tbk memastikan proses penggantian uang Winda Earl dan ibunya yang hilang terus berjalan. Prosesnya melalui mediasi yang didukung oleh Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk pergantiannya sendiri, manajemen Maybank mengumumkan perusahaan telah menyiapkan uang Rp 16,8 miliar untuk mengganti uang nasabahnya yang merupakan atlet e-Sport itu.

"Saat ini proses mediasi yang difasilitasi Departemen Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan masih terus berjalan. Melalui mediasi tersebut, kami sudah menyatakan kesiapan kami untuk mengganti sebesar Rp16,8 miliar. Sementara sisanya masih menunggu proses penyidikan oleh teman-teman di Kepolisian," kata Juru Bicara PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tommy Hersyaputera kepada detikcom, Selasa (24/11/2020).

Tomy meminta semua pihak untuk menghormati proses penyidikan yang tengah berlangsung. Penyidikan yang dimaksud dilakukan oleh pihak Kepolisian.

"Kita harapkan nantinya bisa makin memperjelas peran pihak-pihak penerima dana. Sebaiknya kita tidak mendahului pihak berwajib dengan membuat pernyataan Maybank dan tendensius," ucapnya.

Sebelumnya Maybank sempat menjawab pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar kasus Winda Lunardi. Dalam jawaban kepada BEI, Maybank menyatakan saat ini sedang menjajaki beberapa opsi terkait proses penggantian dana, salah satunya melalui upaya mediasi yang didukung oleh Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Perlu kami sampaikan bahwa, kami tidak pernah berencana untuk menunda penggantian dana nasabah yang terdampak. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu melalui proses investigasi secara menyeluruh," tulis surat Maybank itu yang dikutip detikcom, Kamis (19/11/2020).