Pengangkatan Komisaris BRI Tunggu Laporan Keuangan Selesai
Jumat, 27 Jan 2006 18:03 WIB
Jakarta - Tidak mau kecolongan, pemerintah memilih tak buru-buru mengisi posisi komisaris utama (komut) dan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang hingga kini masih dikosongkan.Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas 58,93 persen, baru akan mengajukan nama calon komut dan komisaris lainnya setelah rampungnya laporan keuangan 2005."Laporan audit belum dapat dipertanggungjawabkan, oleh karena itu akan kita tunggu dalam RUPS yang akan datang," kata Meneg BUMN Sugiharto di Kantor Kementrian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/1/2006), ketika ditanya mengenai kosongnya posisi komut BRI.Menurut Sugiharto, selesainya audit laporan keuangan BRI tidak terlalu lama lagi. Pasalnya, pemerintah juga sudah mewanti-wanti agar penyampaian hasil kinerja 2005 itu tepat waktu."Saya sudah katakan kepada BRI harus on time, jangan sampai kena penalti dari Bapepam," tukas Sugiharto.Pemerintah dalam Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BRI Kamis kemarin (26/1/2006) tidak mengajukan nama untuk menggantikan Rudjito sebagai komut dan memilih mengosongkan posisi tersebut tanpa alasan yang jelas.Rudjito mundur dari posisi komut karena saat ini menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).Selain Rudjito, komisaris lain yang mundur adalah Krisna Wijaya dan komisaris independen Cyrillus Harinowo.Dalam laporan keuangan perusahaan BUMN, terdapat klausul acquite de charge atau membebaskan direksi dan komisaris dari tanggung jawab laporan keuangannya. Dengan ditundanya pengangkatan komisaris ini, maka pengurus lama masih bisa ditanyakan masalah laporan keuangan, yang masih terkait saat mereka masih menduduki posisi itu.
(ir/)











































