Bantuan Subsidi Bunga Ringankan UMKM yang Punya Pinjaman Rp 130 Juta Ini

Abu Ubaidillah - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 11:20 WIB
Pedagang sembako di Kecamatan Galing
Pedagang sembako di Kecamatan Galing, Syahrial (49) (Foto: Abu Ubaidillah/detikcom)
Sambas -

Dalam merintis usaha, tentu saja seseorang membutuhkan modal, salah satunya adalah uang. Semakin besar usaha yang ingin dirintis, semakin besar pula modal yang dibutuhkan.

Modal uang bisa datang dari berbagai sisi, salah satunya dengan cara meminjam ke bank. Ini pula yang menjadi pilihan Pedagang Sembako di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Syahrial (49).

Syahrial mengaku telah lama menjadi nasabah bank dan sudah beberapa kali meminjam untuk membeli barang modal hingga tempat usaha yang kini juga dijadikan sebagai tempat tinggal. Saat ini ia pun memiliki pinjaman ke bank sebesar Rp 130 juta.

"Rp 130 juta (pinjamannya), buat usaha jual, gabung-gabung buat nambah modal, buat beli barang-barang, campur-campur, buat beli rumah juga, ambil 5 tahun dari tahun 2017," katanya kepada detikcom belum lama ini.

Dari pinjaman ke bank tersebut, ia mengaku toko kecilnya yang dulu hanya memiliki luas sekitar 4x3 meter, sekarang telah berkembang menjadi seluas 15x3 meter. Artinya, tokonya semakin besar begitu pula dengan jumlah barang dagangan yang bisa ia stok.

Sejak tokonya masih berukuran 4x3 meter, Syahrial menjual berbagai barang kebutuhan pokok, namun tentu saja ia tak bisa stok banyak barang dagangan dan omzetnya pun tak terlalu besar. Seiring dengan ketekunannya membangun usaha, ditambah ada kucuran dana pinjaman dari bank, lama kelamaan toko sembakonya menjadi lebih luas.

Di masa yang serba sulit ini, Syahrial mendapatkan bantuan subsidi bunga dari Bank BRI yakni bunganya menjadi 6%. Tak hanya itu, ia pun juga mendapatkan restrukturisasi kredit sehingga ia hanya perlu membayar bunganya saja selama 3 bulan.

"Pokoknya COVID-19 ini ada tawaran kemarin katanya 'Pak ada ini ringan, diringankan program dari Pemerintah', jadi masuklah ini sampai diberi batas waktu sampai Februari nanti, yang bayar bunga aja," katanya.

Mendapat bantuan dari Bank BRI Unit Galing, Syahrial mengaku sangat bersyukur. Rencananya uang yang tadinya hendak digunakan untuk membayar angsuran, kini digunakan untuk keperluan usahanya.

"Alhamdulillah, membantu, sangat membantu, buat modal-modal gabung juga ada bantuan dari Pemerintah kebetulan istri dapat juga buat usaha tambahan lah," katanya.

Kepala BRI Unit Galing, Toni Addryan mengatakan pihaknya concern untuk menyalurkan subsidi bunga kepada penerima kredit KUR dan kredit super mikro dengan keringanan bunga menjadi 6% yang diharapkan dapat membantu UMKM terdampak pandemi.

"Restrukturisasi kredit COVID-19, jadi nasabah tiga bulan pertama hanya bayar bunga. Setelah itu bulan keempat mereka bayar pokok bunga, kalau yang tiga bulan pertama dialihkan ke bulan lain, kita bagi rata di sisa jangka waktunya jadi kan mereka nggak terasa berat," imbuh Toni bicara soal restrukturisasi kredit.

Di ulang tahun BRI ke 125 yang mengangkat tema BRILian, BRI hadir di perbatasan untuk membantu menyelamatkan UMKM yang terdampak pandemi, salah satunya melalui program restrukturisasi kredit dan subsidi bunga bagi penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(akn/akn)