Relawan Jokowi Masuk Jajaran Komisaris Bank Syariah BUMN!

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 16:31 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menyuntikkan modal sebesar Rp 500 miliar ke BRI Syariah untuk memacu pertumbuhan bisnis. Modal disetor BRI Syariah saat ini sebesar Rp1,47 triliun atau naik dari posisi sebelumnya Rp979 miliar. File/detikFoto.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hari ini PT Bank BRISyariah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Mata acara RUPSLB ini antara lain persetujuan atas penggabungan yang dilakukan.

Kemudian persetujuan atas rancangan penggabungan, persetujuan atas konsep akta penggabungan. Selanjutnya persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan.

Lalu persetujuan atas susunan direksi, dewan komisaris dan dewan pengawas syariah bank hasil penggabungan.

Dari sumber detikcom berikut susunannya:

Mulya E Siregar menjadi komisaris utama merangkap komisaris independen. Mulya mengawali karir di Bank Indonesia, kemduian dia juga sempat menjadi Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pria lulusan Institut Pertanian Bogor bidang sosial ekonomi pertanian ini sebelumnya menjadi komisaris utama Bank Syariah Mandiri (BSM).

M Arief Rosyid Hasan menjadi komisaris independen. Dia sebelumnya pernah menjadi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen di Bank Syariah mandiri, aktif di sejumlah organisasi misalnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (2013-2015), Ketua Pemuda di Dewan Masjid Indonesia (2017-sekarang), Wasekjen BPP HIPMI (2019-sekarang), dan menginisiasi sejumlah kolaborasi dengan anak muda di Masjid hingga di Lembaga Pemasyarakatan.

Kemudian Suyanto menjadi komisaris. Suyanto sebelumnya adalah komisaris independen BSM sesuai dengan keputusan sirkuler pemegang saham tanggal 3 April 2020.

Masduki Baidlowi Sebelum menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri, dia adalah staf khusus Wakil Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi yang sekaligus sebagai juru bicara Wakil Presiden periode 2019 -sekarang. Pada periode 2004-2009 beliau menjadi Anggota DPR RI (Pimpinan Komisi X bidang pendidikan), Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang pendidikan periode 1999- sekarang, Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bidang informasi dan komunikasi 2014-sekarang.

Imam Budi Sarjito Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Risiko Perusahaan BNI (2015-2018), Komisaris PT Bank BNI Syariah (2012-2015), Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management BNI (2011-2015), dan Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BNI (2005-2011).

Selain itu juga ada nama Sutanto sebagai komisaris, Bangun S Kusmulyono sebagai komisaris Independen, Komarudin Hidayat sebagai komisaris independen dan Eko Suwardi sebagai komisaris independen.

(dna/dna)