Bunga Acuan BI Diumumkan Hari Ini, Turun Lagi Nggak Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 09:01 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur periode Desember 2020. Salah satunya suku bunga acuan BI atau BI 7 days reverse repo rate.

Pada bulan lalu BI mengumumkan bunga acuan turun 25 bps menjadi 3,75%. Bagaimana ya dengan bulan ini, apakah akan ada perubahan atau tetap di level 3,75%?

Ekonom PermataBank Josua Pardede mengungkapkan bank sentral diprediksi menahan suku bunga acuan di level 3,75%. Dia menyebutkan sepanjang 2020 BI sudah memangkas bunga acuan sebesar 125 bps.

"BI masih konsisten menjaga stabilitas rupiah serta menjangkar ekspektasi inflasi dalam jangka pendek," kata Josua dalam keterangannya, Kamis (17/12/2020).

Kemudian dari sisi rupiah, volatilitas cenderung menurun sejak awal Desember ditopang oleh sentimen risiko yang cenderung membaik setelah perkembangan vaksin di berbagai negara termasuk pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk mendorong proses vaksinasi pada semester I tahun 2021 dengan telah didatangkannya vaksin dengan jumlah 1,2 juta dosis yang akan dilanjutkan pada awal tahun 2021 mendatang. Josua menjelaskan penurunan volatilitas tersebut mendukung stabilnya nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Sementara itu, terkait dengan ekspektasi inflasi tahun 2021 juga diperkirakan akan cenderung meningkat sejalan dengan ekspektasi pemulihan sisi permintaan perekonomian sehingga mendorong peningkatan inflasi 2021 >2% dibandingkan dengan inflasi akhir tahun 2020 yang diperkirakan <2%.

Selain peningkatan inflasi yang didorong oleh pemulihan sisi permintaan perekonomian, peningkatan inflasi juga berpotensi dipengaruhi oleh kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau yang akan mulai berlaku pada awal tahun 2021.

"Meskipun suku bunga acuan BI diperkirakan tetap pada bulan ini, namun transmisi penurunan suku bunga acuan BI diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam jangka pendek ini sedemikian sehingga dapat mendukung pemulihan pelaku usaha baik UMKM dan korporasi yang akan mendorong proses pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun 2021," jelasnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2