Dolar Tumbang Usai Fed Meeting

Dolar Tumbang Usai Fed Meeting

- detikFinance
Rabu, 01 Feb 2006 09:22 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah berpeluang untuk menguat setelah dolar AS justru tumbang usai hasil pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) yang memutuskan soal kenaikan suku bunga menjadi 4,5 persen.Pada awal perdagangan Rabu (1/2/2006), rupiah dibuka langsung menguat pada level Rp 9.335/9.340 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangan Senin (30/1/2006), rupiah stagnan di level Rp 9.385 per dolar AS.Tercatat euro menguat ke level 1,2151 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2091 dolar pada akhir perdagangan Senin di New York. Dolar juga melemah ke 117,24 yen, dari sebelumnya di 117,60 yen. Dolar AS kembali melemah terhadap sejumlah mata uang dunia setelah Fed memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk ke-14 kalinya menjadi 4,5 persen. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak pertengahan Mei 2001.Fed juga memberi sinyal soal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Analis valas dari MG Financial Group, Ashraf Laidi menyatakan, dolar AS sebenarnya sempat menguat setelah adanya sinyal soal kenaikan suku bunga lebih lanjut tersebut.Namun menurut Ashraf seperti dilansir dari AFP, dolar selanjutnya justru melemah karena pelaku pasar kecewa bahwa tanda-tanda kenaikan suku bunga kemungkinan tidak akan berlangsung terus menerus.Rupiah juga berpeluang menguat karena adanya lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada hari ini. Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah meyakini, rupiah masih tetap menarik mengingat selisih dengan suku bunga AS masih cukup besar mencapai 825 basis poin.Pelaku pasar juga akan mengamati pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) soal inflasi pada Rabu, pukulo 14.00 WIB. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads