Berapa Dana yang Mau Ditarik Muhammadiyah dari Bank Syariah BUMN?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 19 Des 2020 13:15 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Muhammadiyah berencana menarik seluruh dananya dari Bank Syariah BUMN. Hal itu diumumkan usai tiga bank syariah milik BUMN yakni BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM) menandatangani akta penggabungan (merger) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku belum bisa memberi jawaban pasti berapa besar dana yang akan ditarik. Namun, sempat beredar bocoran nilainya bisa mencapai Rp 15 triliun. Saat dikonfirmasi langsung, Anwar tak membantah maupun mengiyakan bocoran angka tersebut.

"(Rp 15 triliun ya?) Waddduuuuh itu baru bisa terjawab mungkin di akhir Januari. Kan BSI saja baru akan jalan tanggal 1 Februari 2021," ujar Anwar kepada detikcom, Sabtu (19/12/2020).

Saat ini, jumlah dana yang mau ditarik Muhammadiyah itu sedang dihitung oleh tim khusus internal mereka. Tim khusus itu sudah terbentuk dan diketuai oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Zamroni.

"Lagi dihitung oleh tim," katanya.

Untuk diketahui, pengumuman Muhammadiyah menarik dana dari ketiga bank itu keluar tepat usai digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait merger dan komposisi komisaris dan direksi bank syariah tersebut.

Secara terbuka, Muhammadiyah mengungkapkan alasannya mau menarik dana dari sana. Salah satunya tidak lain terkait komposisi komisaris dan direksi yang ditunjuk. Namun, belum jelas apa maksud dari pertimbangan tersebut.

"Melihat komposisi Komisaris, Direksi dan DPS PT Bank Syariah Indonesia hasil merger yang baru diumumkan maka mungkin Muhammadiyah sebaiknya melakukan pengkajian tentang hal tersebut," kata Anwar.

(ara/ara)