Bos OJK Ungkap Tantangan Kembangkan Keuangan Syariah di RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 13:22 WIB
Wimboh Santoso
Ketua OJK Wimboh Santoso/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan keuangan syariah. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan saat ini merupakan momentum yang baik untuk membangkitkan ekonomi syariah dengan sinergi dari pihak-pihak terkait.

Wimboh menyebutkan dalam pengembangannya memang ada tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan, misalnya daya saing produk keuangan syariah yang masih rendah.

"Ke depan kita harus bisa menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian menggunakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat di mana saja tanpa birokrasi yang panjang," kata dia dalam diskusi online, Selasa (29/12/2020).

Wimboh mengungkapkan hal tersebut merupakan syarat utama agar industri keuangan syariah Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara tetangga yang produknya lebih maju.

Kemudian pangsa pasar syariah juga harus ditingkatkan, apalagi dengan potensi pertumbuhan keuangan syariah di daerah. Selanjutnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa menjadi salah satu penggeraknya.

Wimboh menyebut penggabungan bank syariah milik BUMN ini diharapkan bisa menjadi katalis di segmen mikro yang belum tersentuh. "Akses bisnis ke segmen mikro dibantu dengan teknologi," jelas dia.

Menurut Wimboh saat ini literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah juga masih rendah. Hal ini bisa mengganggu proses pengembangan.

"Jadi industri harus mengenalkan produk dan membina pengusaha terkait keuangan syariah ini. Teknologi akan menjadi sangat penting dan kita akan menerapkan platform untuk literasi dan edukasi," jelas dia.

(kil/ara)