Gubernur BI Ingatkan Ancaman Inflasi Tetap Tinggi

Gubernur BI Ingatkan Ancaman Inflasi Tetap Tinggi

- detikFinance
Jumat, 03 Feb 2006 13:55 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah kembali memperingatkan soal ancaman inflasi yang masih tetap tinggi pada awal tahun 2006. Hal tersebut terlihat dari angka inflasi Januari yang mencapai 1,36 persen. "Tekanan inflasi masih cukup kuat. Banyak faktornya yaitu dari diskusi tentang TDL, kenaikan gaji, kenaikan upah minimum, harga beras itu kelihatan dari inflasi Januari yang cukup tinggi," kata Burhanuddin usai salat Jumat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (3/2/2006).Dengan masih tingginya tekanan inflasi, maka BI akan tetap menerapkan kebijakan moneter yang cenderung ketat. Kendati tekanan inflasi tetap tinggi, namun Burhanuddin tetap optimistis inflasi hingga akhir tahun 2006 akan sesuai target yakni tetap 8 persen.Mengenai nilai tukar rupiah yang menguat kembali ke level 9.290 per dolar AS, Burhanuddin menilainya sebagai hal yang baik dan akan mengurangi tingginya imported inflation. Namun ia meyakini kinerja ekspor tidak akan terganggu oleh penguatan rupiah tersebut. "Saya kira competitiveness ekspor kita sampai saat ini masih cukup baik," tambahnya.Menganai kenaikan BI rate mengikuti kenaikan suku bunga AS, Burhanuddin mengatakan bahwa hal itu akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur pada 7 Februari mendatang. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads