Sampoerna Ogah Beli Kiani
Senin, 06 Feb 2006 21:02 WIB
Jakarta - Setelah Sampoerna Strategic milik keluarga Sampoerna dikabarkan menutup minatnya untuk membeli PT Kiani Kertas. Kini ada investor baru yang tertarik kepada Kiani.Namun belum disebutkan siapa investor yang tertarik membeli perusahaan yang memiliki pabrik di Kalimantan itu."Ada, tapi belum bisa bicara. Maksudnya saya belum bisa sebutkan jumlahnya tapi calonnya ada. Saya katakan Kiani adalah industri yang memiliki prospek yang baik jadi ada peminatnya," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardjojo usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Senin (6/2/2006). Agus menambahkan tanggal 17 Januari 2006 lalu Bank Mandiri telah menerima pernyataan dari Sampoerna yang menyatakan minat mereka untuk membeli Kiani telah ditutup. Sampai saat ini Sampoerna belum menunjukkan ketertarikan lagi untuk membeli Kiani. "Karena kami sudah terima surat bahwa sudah ditutup jadi kami anggap kami harus menunggu. Kalau seandainya diaktifkan lagi kami sambut dengan baik," jelas Agus. Saat ini Bank Mandiri masih terus mengadakan proses pembicaraan terkait penyelesaian kewajiban Kiani tehadap Bank Mandiri. Setelah gagalnya pembelian Kiani tersebut, kondisi makro ekonomi tahun ini juga akan mempengaruhi para debitur Bank Mandiri. "Pertumbuhan ekonomi yang kelihatan akan menurun di 2006 dan akan ada peningkatan harga listrik membuat kondisi ekonomi makro nasabah-nasabah kita banyak yang terpengaruhi. Sehingga upaya kita untuk melakukan restrukturisasi atau penyehatan kredit memang menjadi tidak mudah," ujar Agus. Walaupun begitu Bank Mandiri tetap berupaya melakukan terobosan untuk retsrukturisasi antara lain dengan kerjasama dengan DJPLN untuk lakukan lelang dan jaminan langsung. Bank Mandiri juga masih melakukan pembahasan dengan Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Menteri BUMN dan Bapepam mengenai bentuk restrukturasi lain. "Memang ujungnya yang perlu kita diskusikan adalah apakah piutang di Bank Mandiri di BUMN dianggap sebagai piutang negara atau piutang perseroan terbatas," ujar Agus.
(ddn/)











































