Rupiah Menguat, Pasar SUN Menggeliat

Rupiah Menguat, Pasar SUN Menggeliat

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2006 14:17 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah akan berdampak positif terhadap pasar surat utang negara (SUN). Dengan penguatan rupiah, tekanan inflasi akan berkurang dan bisa membuat BI memperlonggar kebijakan moneternya melalui penurunan tingkat suku bunga. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara (SUN) Depkeu Rahmat Waluyanto disela-sela Workshop on Risk Management for Public, Private Partnership di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (7/2/2006).Rahmat menjelaskan, dengan penguatan rupiah yang saat ini berada di level 9.200 per dolar AS akan menguntungkan pemerintah saat menerbitkan SUN. Hal itu dikarenakan biaya yang dikeluarkan menjadi relatif lebih murah, yield turun, proceed semakin tinggi dan diskonnya menjadi semakin kecil."Bagi debt manager, itu kan the longer the better. Tapi yang jelas, kalau yield-nya turun, proceed-nya semakin tinggi dan diskon makin kecil," jelasnya.SUN RitelMengenai rencana penerbitan SUN ritel, Rahmat mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih mempersiapkan infrastrukturnya. Dijelaskan pula, untuk meluncurkan SUN ritel setidaknya perlu tiga faktor yang saling mendukung yakni penentuan cost, price reference yang mencerminkan kekuatan pasar antara supply dan demand dan liquidity provider. Menurut Rahmat, SUN ritel ini memiliki karakterisitik mirip deposito namun kelebihannya si pemegang dapat kapan saja menjualnya. Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, infrastruktur SUN ritel diharapkan selesai pada semester I-2006, sehingga pada semester selanjutnya SUN ritel dapat diterbitkan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads