Joe Biden Jadi Presiden AS, RI Bisa Kecipratan Modal Asing Lebih Gede

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 15:50 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Joe Biden resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) menggantikan Donald Trump. Pernyataan Biden diyakini membuat kondisi pasar keuangan global positif.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dengan kondisi tersebut diperkirakan ada aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

"Kami perkirakan untuk Indonesia insyaallah tahun ini aliran modal asing investasi portfolio ke Indonesia akan menjadi sebesar US$ 19,1 miliar," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

Dia mengungkapkan angka ini lebih tinggi dibandingkan periode tahun lalu sebesar US$ 11 miliar. Menurut dia Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan utama investasi portofolio global.

Menurut Perry pernyataan-pernyataan Biden sangat menyejukkan, seperti upaya percepatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi di AS termasuk juga kenaikan ekspansi fiskal oleh pemerintah AS.

Dia berharap hal itu dapat mendukung pemulihan ekonomi di AS berlanjut. "Kami juga cermati statement Joe Biden kondisi pasar keuangan global semakin positif," ujarnya.

Padahal sebelumnya terdapat peningkatan jangka pendek mengenai tekanan global. Menurut Perry ada hal positif juga terlihat dari terus berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter di banyak negara, naik negara maju maupun berkembang.

Demikian juga berlanjutnya kebijakan moneter akomodatif dan kebijakan suku bunga renda dan ekspansi moneter di banyak negara. "Itu menyebabkan kondisi likuiditas global yang meningkat," ujar Perry.

(kil/ara)