Transaksi Uang Elektronik Melesat 30% Jadi Rp 22 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 18:16 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh sejalan dengan penggunaan platform e-commerce dan instrumen digital di masa pandemi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan hal ini juga terjadi karena masyarakat mulai gencar bertransaksi menggunakan alat pembayaran digital.

Hal ini tercermin dari nilai transaksi uang elektronik pada Desember 2020 sebesar Rp 22,1 triliun atau tumbuh 30,44% year on year.

Kemudian volume transaksi digital banking pada Desember 2020 mencapai sebesar Rp 513,7 juta transaksi atau tumbuh 13,91%.

"BI memprakirakan tren digitalisasi akan terus berkembang pesat didukung dengan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

Dia mengungkapkan BI terus mengakselerasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran untuk pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini dilakukan antara lain melalui perluasan merchant QRIS 12 juta, perluasan fitur QRIS transfer, tarik, dan setor, menetapkan Merchant Discount Rate Uang Elektronik (MDR UE) Chip Based berlaku efektif 1 Maret 2021, dan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, otoritas terkait, dan industri, BI menyelenggarakan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia yang kegiatannya dimulai sejak Januari 2021 dan puncaknya pada April 2021.

Sementara itu untuk Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2020 mencapai Rp 898,9 triliun, tumbuh 13,25% (yoy), seiring dengan aktivitas ekonomi yang membaik.

Nilai transaksi pembayaran menggunakan ATM, Kartu Debet, dan Kartu Kredit pada Desember 2020 tercatat Rp 695,5 triliun, kembali tumbuh 1,36% (yoy), setelah kontraksi pada bulan November 2020 sebesar 1,93% (yoy).

(kil/ara)