Peringatan! Bankir Terancam Nganggur Jika Sepelekan Hal Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 12:00 WIB
Ilustrasi kena PHK
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan para bankir soal layanan digital yang berkembang pesat. Nasabah saat ini lebih memilih bertransaksi menggunakan e channel seperti mobile banking sampai internet banking.

Karena itu jika bank tidak segera bertransformasi, bukan tidak mungkin nasabah akan kabur dan mencari bank lain yang layanan digitalnya sangat baik. Hal ini pula yang disebut bisa mengancam pekerjaan para bankir. Berikut berita selengkapnya:

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini transaksi digital juga sangat besar. Dia menyebut pada 2020 angka transaksi digital banking mencapai Rp 27.036 triliun dan tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 32.206 triliun.

"Jadi para bankir apakah anda ingin disowani, lama-lama anda ditinggalkan, wes dijamin lah. Kalau para bankir, masih pengin disowani kepada panjenengan semua, anda kemudian enggak ada kerjaan, akan ditinggal konsumen (nasabah)," kata dia dalam diskusi virtual, Jumat (22/1/2021).

Dia mengungkapkan transaksi melalui perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp 253 triliun pada 2020. Sedangkan pada 2021 diperkirakan melonjak 33,2% menjadi Rp 337 triliun.

Kemudian dari penggunaan uang elektronik, dikatakannya mencapai Rp 201 triliun pada 2020. Sementara itu, pada 2021 akan mengalami kenaikan mencapai 32,3% menjadi sebesar Rp 266 triliun.

"Dan itulah kenapa BI sangat agresif melakukan digitalisasi sistem pembayaran. Ingat itu lihat angkanya digital banking, ini termasuk online banking, mobile banking, transaksi yang tidak butuh tatap muka," tuturnya.

Meski begitu, Perry mengakui bahwa dengan perkembangan digital tersebut juga telah banyak perbankan di Indonesia yang sangat agresif untuk melakukan transformasi layanannya untuk mengimbangi perkembangan teknologi digital.

"Masalah digital banking ini banyak kawan-kawan yang ikut. Di perbankan saya sudah berkali-kali ayo perbankan dan alhamdulillah sekitar 15 bank sangat agresif melakukan digital banking," tegas Perry.

(kil/hns)