Bank Mandiri Turunkan Bunga Deposito dan Bunga Kredit 

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 17:10 WIB
Pekerja melakukan perawatan di logo Bank Mandiri di kawasan jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (29/5/2012). File/detikFoto.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada industri perbankan untuk mulai menurunkan bunga kredit. Hal ini agar bisa mendorong penyaluran kredit yang akhirnya bisa menggerakkan perekonomian.

Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan perseroan sudah melakukan penurunan bunga deposito counter rate sebanyak lima kali sepanjang 2020.

"Untuk kurun waktu 2020 suku bunga deposito Rupiah sudah turun 200 basis poin (bps) dari 5,25% jadi 3,25%. Kemudian bunga deposito valas turun 95 bps dari 1,25% ke 0,3%," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/1/2021).

Selanjutnya menurut Sigit, Bank Mandiri juga sudah melakukan penyesuaian bunga kredit yang bervariasi setiap segmennya.

Penurunan terbesar terjadi pada suku bunga dasar kredit (SBDK) mikro dari 17,5% menjadi 11,5% pada 2020.

Kemudian segmen lain seperti ritel juga terus mengalami penurunan. Menurut dia, ke depan Bank terus melakukan peninjauan kembali suku bunga dengan berbagai macam pertimbangan suku bunga di pasar dan bunga acuan.

"Kita lihat pasar, kondisi likuiditas dan arah kebijakan dari regulator. Tentu Bank Mandiri dukung komitmen pemerintah dan otoritas moneter untuk memulihkan ekonomi nasional dari dampak COVID-19," jelas dia.

Penyaluran Kredit

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 892,8 triliun. Angka ini tercatat minus 1,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 907,4 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan pencapaian ini mengindikasikan bahwa strategi penyaluran kredit Bank Mandiri telah sejalan dengan keinginan untuk tumbuh secara sustain dalam jangka panjang.

"Penyaluran kredit perseroan yang terkontraksi -1,61% yoy secara ending balance, masih lebih baik bila dibandingkan kontraksi -2,41% yang dialami perbankan nasional," kata Darmawan.

Dia mengungkapkan untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri secara konsolidasi pada akhir 2020 tercatat Rp 1.043,3 triliun tumbuh 12,24% yoy. Dia menyebut pertumbuhan DPK ini juga masih lebih baik bila dibandingkan dengan industri perbankan yang tumbuh 11,1%.

"Kami menerapkan kebijakan penyaluran kredit secara prudent dan selektif kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat. Hasilnya, kami mampu menjaga kualitas kredit sehingga rasio NPL konsolidasi masih baik di 3,09%." kata dia.

Ke depannya, Bank Mandiri mengaku terus mengantisipasi pembengkakan NPL akibat dampak dari perpanjangan restrukturisasi kredit. Dimana diketahui hingga 31 Desember 2020 Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 543.756 debitur dengan nilai mencapai Rp 123,4 triliun.

(kil/eds)