Pinjaman Negara Arab Lebih Mahal Daripada Jepang

Pinjaman Negara Arab Lebih Mahal Daripada Jepang

- detikFinance
Kamis, 09 Feb 2006 02:29 WIB
Jakarta - Pinjaman dari perbankan negara Timur Tengah dan Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB) ternyata lebih mahal daripada pinjaman dari negara Jepang. Karena itulah, pemerintah lebih condong untuk meminta pinjaman dari negara Jepang.Bunga atau istilahnya IDB adalah mark up mencapai 5 sampai 6 persen. Jumlah keseluruhan pinjaman yang diterima Indonesia dari IDB dari tahun 1979 sampai 31 Desember 2005 mencapai US$ 344 juta. Utang ini digunakan untuk membiayai 43 proyek pemerintah maupun swasta. "Dengan mark up 5-6 persen dan tingkat rata-rata persiapan proyek yang dapat diserap 2-3 tahun, pinjaman IDB relatif mahal dibandingkan dengan pinjaman lunak Jepang dengan tingkat bunga 1,3 hingga 1,5 persen. Dan rata-rata waktu persiapan sampai dengan penyerapan 1 sampai 2 tahun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jawaban tertulisnya yang disampaikan dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2006) malam ini.Pernyataan Sri Mulyani tersebut menanggapi pertanyaan anggota DPR dari fraksi PPP yakni Uray Faisal Hamid yang mempertanyakan mengapa pemerintah tidak merangkul bank-bank negara Arab yang menyebarkan US$ 200 miliar ke berbagai negara.Sri Mulyani menjelaskan setiap tahunnya pemerintah menerima pinjaman dari IDB sebesar US$ 150 juta. Sedangkan jumlah pinjaman yang diterima Saudi Fund sejak tahun 1976 sampai 31 Desember 2005 mencapai US$ 1 miliar.Faktor utama yang menjadi dasar pertimbangan penerimaan pinjaman luar negeri oleh pemerintah adalah tingkat kemahalan dari pinjaman serta kinerja penyerapan pinjaman. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads