Hati-hati Transaksi Pakai Selain Rupiah, Ini Hukumannya

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 06:30 WIB
Uang Rupiah Baru
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pasar Muamalah di Depok bikin heboh karena sebuah video menunjukkan adanya transaksi yang menggunakan dinar dan dirham. Banyak yang mempertanyakan mengapa mereka tidak menggunakan rupiah sebagai mata uang yang sah di Indonesia.

Penggunaan rupiah sebagai mata uang RI tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam pasal 2 disebutkan bahwa mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah rupiah. Rupiah sebagaimana dimaksud disimbolkan dengan Rp.

Mata uang rupiah termasuk dalam bentuk kertas dan logam. Ciri umum rupiah kertas paling sedikit memuat gambar lambang negara 'Garuda Pancasila' dengan frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia'.

UU itu juga menegaskan bahwa Bank Indonesia (BI) yang merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan pengeluaran, pengedaran dan pencabutan dan penarikan rupiah.

Di pasal 23, setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian rupiah.

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 itu dikecualikan untuk pembayaran atau untuk penyelesaian kewajiban dalam valuta asing yang telah diperjanjikan secara tertulis.

Berlanjut ke halaman berikutnya.