Pede Rupiah Bakal Menguat, Gubernur BI: Masih Under Value

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 14:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus menjaga stabilitas rupiah. Dia mengatakan, secara fundamental rupiah masih bisa menguat.

"Kebijakan moneter kita akan melanjutkan, memastikan rupiah tetap stabil. Rupiah kita lihat punya potensi secara fundamental akan menguat, kita tahu rupiah masih under value," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, BI akan mengadopsi suku bunga rendah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi.

"Kita akan melanjutkan mengadopsi suku bunga yang rendah dan untuk bekerjasama dengan pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi," ujarnya.

Saat ini, BI mematok suku bunga acuan yakni 7 days reverse repo rate di angka 3,25%. Menurut Perry, itu merupakan angka terendah dari 2013.

Menurutnya, hal itu masih positif untuk mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19.

"Seperti yang Anda ketahui kebijakan-kebijakan suku bunga kita sekarang adalah 3,25%, itu yang terendah di bandingkan 2013. Jadi menurut saya itu masih cukup positif untuk mendorong pemulihan ekonomi kita," ujarnya.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level 14.051. Mata uang Paman Sam menguat terhadap rupiah.

Demikian dikutip dari data RTI, Rabu (3/2/2021).

Dolar AS menguat 88 poin (0,63%) dibandingkan posisi terakhir. The Greenback berada di posisi tertingginya pada Rp 14.055 dan terendahnya di Rp 13.963.

Sepekan terakhir, dolar AS menguat 0,16% terhadap rupiah. Sedangkan dalam sebulan dolar AS menguat 1,27%.



Simak Video "Dolar AS Bertahan di Rp 14.380 Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)