Rupiah Bergerak Ragu-ragu
Selasa, 14 Feb 2006 09:47 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi kembali bergerak ragu-ragu setelah muncul dugaan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi untuk mencegah penguatan rupiah secara drastis.Pada awal perdagangan Selasa (14/2/2006), rupiah dibuka stabil di level 9.230/9.240 per dolar AS. Rupiah diprediksi sulit untuk kembali tembus di bawah level 9.200 per dolar AS.Padahal sejumlah sentimen positif masih menaungi seperti pasar lelang surat utang negara (SUN) dengan target indikatif Rp 3 triliun yang akan digelar pada hari ini.Kabar intervensi ini muncul setelah nilai tukar rupiah menguat secara tajam sejak awal tahun 2006 seiring derasnya aliran modal ke Indonesia. Penguatan secara tajam tersebut dikhawatirkan justru menimbulkan ketidakstabilan perekonomian.Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup stagnan di level 9.230 per dolar AS. Pelaku pasar tampaknya mengabaikan penurunan peringkat Indonesia oleh Fitch Ratings dari "positif" menjadi "stabil".Dari pasar valas dunia, dolar AS bergerak stabil menjelang pidato pertama Gubernur Bank Sentral AS (Fed) Ben Bernanke di depan anggota Kongres AS pada Rabu (15/2/2006). Bernanke untuk pertama kalinya akan memaparkan sejumlah kebijakan moneter yang akan diambilnya. Euro stabil di posisi 1,1899 dolar, dibandingkan sebelumnya 1,1903. Dan terhadap yen di posisi 117,74 yen dibandingkan sebelumnya di 117,84 yen.
(qom/)











































