Pemerintah Usul Penerbitan Obligasi Internasional US$ 2 M
Selasa, 14 Feb 2006 17:21 WIB
Jakarta - Pemerintah mengusulkan penerbitan obligasi internasional tahun ini mencapai US$ 2 miliar. Namun belum bisa dipastikan kapan obligasi ini akan dilepas ke pasar.Penerbitan obligasi internasional ini merupakan komponen dari pencairan pinjaman yang telah disetujui sekitar US$ 5,5 miliar. Sebelumnya Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Mulia P Nasution menargetkan penjualan obligasi internasional dilakukan mulai Maret ini. Demikian penjelasan Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/2/2006).Dijelaskan Paskah, pencairan pinjaman US$ 5,5 miliar yang telah disetujui mencakup pinjaman program sebesar US$ 1 miliar dan obligasi internasional US$ 2 miliar. Sedangkan sisanya sebesar US$ 2,5 miliar, merupakan pinjaman proyek yang ditujukan untuk perbaikan dan percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian dan perikanan.Untuk pinjaman program senilai US$ 1 miliar, rencananya akan berasal dari Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Dunia dan Japan Bank For International Cooperation (JBIC). Menurut Paskah, pada tahun ini, pembayaran pokok pinjaman luar negeri ditargetkan mencapai US$ 6,4 miliar.Dengan pencairan pinjaman US$ 5,5 miliar, tambahan pinjaman baru pemerintah yang akan masuk ke dalam stok utang menjadi sebesar negatif US$ 0,9 miliar. Sementara rasio utang luar negeri pemerintah, diluar pinjaman terhadap Dana Moneter Internasional (IMF), terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini diharapkan turun menjadi 19,6 persen dari tahun lalau 22,3 persen.
(ir/)











































