Dana Pemerintah Dialihkan, Biaya Operasi Moneter Bertambah
Rabu, 15 Feb 2006 13:10 WIB
Jakarta - Pengalihan dana milik pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank komersil dikhawatirkan justru akan menambah biaya operasi moneter. Alasannya, bila bank komersil tidak bisa menyalurkan dana itu melalui kredit, maka dana itu justru akan ditempatkan ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI)."Kalau ditempatkan di SBI, akan menambah biaya operasi moneter," ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di sela-sela acara donor darah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Burhanuddin mengatakan, jika dana pemerintah bisa disalurkan oleh bank komersial akan mengurangi fleksibilitas pemerintah untuk menggunakan dananya. Hal ini terjadi karena setelah dana ditempatkan disalurkan melalui kedit, pemerintah tidak bisa menarik dana tersebut seenaknya. BI menilai hal-hal tersebut harusnya dijadikan pertimbangan bagi pemerintah sebelum mengalihkan dananya ke bank komersil.Pemerintah kini memiliki dana menganggur sekitar Rp 60 triliun yang tersimpan di rekening Bendahara Umum Negara (BUN) di BI. Total dana itu mencapai Rp 80 triliun.Dana tersebut tidak produktif sehingga pemerintah berniat untuk mengalihkannya ke beberapa bank umum yang lulus seleksi sehingga pemerintah akan menerima tambahan dana dari bunga simpanan.
(qom/)










































