Rupiah Stabil, BI Diminta Tak Buru-buru Turunkan Suku Bunga
Rabu, 15 Feb 2006 13:48 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kini mulai bergerak stabil di level 9.200 per dolar AS. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) diminta tidak tergesa-gesa menurunkan tingkat suku bunga agar selisih dengan suku bunga AS tetap terjaga."Tahun ini jangan cepat-cepat menurunkan tingkat bunga karena pelemahan rupiah terjadi waktu gap 6 persen antara SBI dengan Fed Fund. Jadi jangan sampai SBI di bawah 10 persen kalau Fed Fund 4,5 persen," ujar ekonom Citigroup Indonesia Anton Gunawan.Hal tersebut disampaikan dia di sela-sela seminar bertajuk "Citigroup Economic Outlook 2006" di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Meski kebijakan moneter ketat di AS kemungkinan akan segera berakhir, Anton menyarankan agar BI mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk menjaga rupiah.Ia memrediksi dalam 3 bulan pertama tahun 2006, rupiah akan berada di kisaran 9.300 per dolar AS, bulan keenam di level 9.200 per dolar AS, dan akhir tahun 2006 menjadi 9.000 per dolar AS.Untuk perkiraan BI rate pada 3 bulan pertama akan menjadi 13 persen, bulan keenam akan turun menjadi 12,5 persen dan untuk akhir tahun menjadi 11 persen.Di tempat terpisah, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menilai penguatan rupiah saat ini tidaklah terlalu cepat. "Kan tidak terlalu cepat sekarang. Sekarang kan 9.200 (per dolar AS) terus," ujar Burhanuddin di sela-sela acara donor darah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta.Mengenai kemungkinan penguatan rupiah lebih lanjut, Burhanuddin menyatakan, otoritas moneter menyerahkan semuanya kepada mekanisme pasar. "Itu semua akan diperhitungkan pasar sehingga apakah akan menguat lagi, saya kira pasar yang akan memutuskan pada waktunya," tambah Burhanuddin.Yang pasti, ada sejumlah faktor yang menentukan penguatan rupiah, seperti sentimen kenaikan suku bunga Fed, dan juga harga minyak dunia yang kini turun."Kalau orang melihat sentimen dan kepercayaan bahwa suku bunga Fed akan terus naik, saya kira penguatan itu dipersepsikan oleh pasar pada level yang sekarang ini," ujarnya.Mengenai penurunan suku bunga, Burhanuddin kembali menegaskan, untuk sementara BI akan tetap menempuh kebijakan ketat dengan BI rate 12,75 persen. "Apakah akan naik atau turun jika diperlukan akan tergantung pada inflasi," kata Burhanuddin.
(qom/)










































