Dirut Baru BPJS Kesehatan Ungkap Aset Masih Defisit Rp 7 T

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 22 Feb 2021 13:45 WIB
Sebanyak 651.323 peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelas III di Banyuwangi, mendapatkan subsidi dari pemerintah. Yakni untuk pembayaran iuran per Juli mendatang.
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru Ali Ghufron Mukti menyinggung soal surplusnya keuangan arus kas BPJS Kesehatan Rp 18,7 triliun. Hal itu sebelumnya diungkapkan oleh Dirut yang lama Fachmi Idris.

Dalam sambutannya usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara siang tadi, Ali mengatakan fokus utama tim yang baru adalah meningkatkan sustainabilitas dari sistem jaminan kesehatan dengan dana yang cukup. Dia mengakui memang arus kas surplus namun dari sisi aset masih defisit besar.

"Kemarin sudah disampaikan ada surplus sekitar Rp 18 triliun, tapi di saat yang sama dari sisi laporan net asset kita masih defisit sekitar Rp 7 triliun. Oleh karena itu akan kita tingkatkan pengelolaan dengan lebih baik," ucapnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (22/2/2021).

Meski begitu Ali juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya yang dinilai telah luar biasa meningkatkan akses BPJS Kesehatan.

"Kita lihat memang utilization rate naik secara tajam dan kami juga ingin meningkatkan dan fokus kepada kualitas layanan (BPJS Kesehatan)," tuturnya.

Untuk layanan sendiri, Ali berjanji akan meningkatkan secara menyeluruh pelayanan peserta dengan inovasi teknologi interface sistem informasi. Dengan begitu dia yakin antrian akan lebih cepat. "Tidak lagi sekitar 6 jam tapi bisa lebih cepat," tambahnya.

Terakhir dia juga berfokus untuk meningkatkan keterlibatan semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, asosiasi, pengamat hingga perguruan tinggi.

"Untuk bersama-sama memiliki BPJS (Kesehatan) atau jaminan kesehatan nasional dan kartu indonesia sehat atau JKN KIS," tutupnya.

(das/fdl)