Rupiah Kehilangan Arah
Jumat, 17 Feb 2006 09:50 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah mulai bergerak stagnan karena belum adanya berita segar di pasar. Namun secara tren jangka pendek, rupiah masih berpeluang menguat di tengah tingginya tingkat suku bunga saat ini.Pada pembukaan perdagangan Jumat (17/2/2006), rupiah bertengger di level 9.220/9.230 per dolar. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah melorot ke level 9.222 per dolar AS.Sementara dolar AS yang sempat menguat setelah Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Ben Bernanke memberikan pidato pertamanya, kini juga mulai kehilangan semangat. Dolar AS ditutup cukup bervariasi terhadap sejumlah mata uang. Euro menguat ke level 1,1900 dolar, dibandingkan posisi sebelumnya 1,1889 dolar. Sementara dolar AS bertahan posisinya terhadap yen Jepang di posisi 117,62 yen, dibandingkan sebelumnya di 117,91 yen.Dolar sempat menguat setelah adanya pernyataan dari Bernanke menyatakan soal kemungkinan kenaikan suku bunga lagi. Namun menurut Bernanke, semua keputusan soal tingkat suku bunga tergantung dari data-data perekonomian mendatang.
(qom/)











































