BI: yang Penting Volatilitas Rupiah Tidak Besar

BI: yang Penting Volatilitas Rupiah Tidak Besar

- detikFinance
Jumat, 17 Feb 2006 14:19 WIB
Jakarta - Rupiah melemah atau menguat, Bank Indonesia (BI) menyerahkannya kepada mekanisme pasar. Yang penting bagi BI adalah volatilitas rupiah tidak terlalu besar."Kalau volatilitasnya besar, biasanya BI terus melakukan langkah-langkah," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai salat Jumat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/2/2006).Hal senada disampaikan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin. "Kita ini menganut sistem flexible exchange rate sejak 14 Agustus 1997. Jadi let the market determine the rate, yaitu pasar. Mekanisme pasar yang menentukan. Jadi rupiah yang stabil dan menguat bagus untuk negara kita," urai Aslim.Mengenai pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga AS, Aslim mengaku BI hanya akan menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan. "Tapi policy rate lebih ditentukan oleh faktor domestik," tegasnya.Aslim menjelaskan, kebijakan moneter Indonesia lebih ditentukan oleh makro ekonomi dalam negeri, seperti tingkat inflasi, kurs, neraca pembayaran, dan tingkat pertumbuhan ekonomi. "Bahwa ada faktor eksternal, seperti kebijakan bank sentral lain seperti Fed Fund misalnya atau harga minyak dunia termasuk inflasi dunia, itu kita gunakan hanya sebagai pertimbangan saja," paparnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads