Penguatan Rupiah Dipengaruhi Dana Asing

Penguatan Rupiah Dipengaruhi Dana Asing

- detikFinance
Jumat, 17 Feb 2006 21:19 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah dipengaruhi banyaknya dana asing yang ditanamkan ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Berdasarkan data BI dana-dana yang masuk yang dijadikan instrumen moneter BI cukup besar yaitu untuk dana SBI totalnya mencapai Rp 123 triliun dan untuk SUN mencapai Rp 395,6 triliun"Minimal dari 2 itu saja, yang membuat SBI naik dan itulah yang memperkuat kenapa rupiah sekarang berada di posisi Rp 9200-an," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Budi Mulia kepada pers di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat(18/2/2006).Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), dari total Rp 123 triliun, dana asing yang ditanamkan ke SBI mencapai Rp 8,6 triliun per September 2005, meningkat menjadi Rp 14,75 triliun pada akhir tahun 2005, meningkat lagi menjadi Rp 16,5 triliun pada 1 Pebruari 2006 dan posisi terakhir adalah Rp 19,5 triliun.Dikatakan Budi, peningkatan tersebut adalah sebagai bentuk kepercayaan asing terhadap ekonomi Indonesia, dimana pemodal asing tersebut melepas dolarnya dan pegang rupiah untuk disimpan pada SBI.Selain SBI ternyata Surat Utang Negara (SUN) pun diminati oleh asing. Dari total nilai SUN per 16 Perbuari 2006 yang sebesar Rp 395,6 triliun sebanyak Rp 38,2 triliun dipegang oleh asing. Seperti halnya SBI, SUN juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap periodenya pada September 2005 nilai SUN yang dipegang asing sebesar Rp 24,2 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 31 triliun pada akhir 2005 dan meningkat kembali pada 1 Pebruari 2006 menjadi Rp 35,4 triliunDana yang masuk itu merupakan portifolio jangka pendek yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali, namun diharapkan asing untuk tetap terus memperpanjang menanamkan dananya di SBI. "Bisa saja dia melakukan reverse capital, jadi yang masuk ini some day some how kita tidak tahu," tukas Budi.Namun jika asing terus memperpanjang dananya di SBI diharapkan mereka akan beralih ke pembelian saham yang selanjutnya melakukan penanaman modal untuk membangun perusahaan atau pabrik. "Kalau investasinya PMA itu kita mengharapkan kejadian itu," ungkapnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads