Saham-saham Perbankan Rontok
Selasa, 21 Feb 2006 14:57 WIB
Jakarta - Masuknya dua bank pelat merah yakni BNI dan Bank Mandiri dalam pengawasan intensif Bank Indonesia memberi dampak psikologis terhadap pelaku pasar. Saham-saham perbankan pun kini berada di 'lini merah' alias kena aksi jual. Hingga Selasa (21/2/2006) pukul 14.25 waktu Jakarta Automatic Trading System harga saham Bank Danamon BDMN turun Rp 100 menjadi Rp 4.100, Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.575, BNI (BBNI) turun Rp 10 ke level Rp 1.250, BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.325 dan Bank Niaga (BNGA) juga turun Rp 10 menjadi Rp 395. Analis saham dari Kuo Capital Edwin Sinaga membenarkan pengawasan tersebut merupakan salah satu faktor penyebab jatuhnya saham-saham perbankan saat ini. Menurutnya pengawasan tersebut memicu kekhawatiran perbankan lain dan pasar."Pengawasan yang ketat memang berdampak pada munculnya kekhawatiran," ujar Edwin kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon. Namun, menurutnya pengawasan yang ketat terhadap perbankan memang perlu dilakukan BI. Hal ini untuk mencegah masalah NPL perbankan terulang lagi."Diperketat saja terus supaya perbankan terus on track. Dalam jangka pendek memang akan menimbulkan kekhawatiran dan menurunkan harga saham bank, tapi dalam jangka panjang justru akan baik bagi perbankan," jelasnya.Edwin menambahkan, kekhawatiran ini juga menutupi ekspektasi kinerja saham-saham perbankan yang diperkirakan akan jauh membaik pada tahun ini.Penurunan saham perbankan saat ini menurutnya juga diakibatkan oleh ekspektasi laporan keuangan tahun 2005. "Laporan keuangan saham perbankan diperkirakan akan jelek melihat situasi tahun 2005," tambahnya.
(qom/)











































