Porsi UMKM Dikurangi
BRI Genjot Kredit Korporasi
Rabu, 22 Feb 2006 14:26 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berniat mengurangi porsi kredit UMKM yang selama ini menjadi andalannya. Sementara porsi kredit korporasi justru akan digenjot.Untuk kredit korporasi akan ditingkatkan porsinya dari 13 persen pada tahun 2005 menjadi 20 persen pada tahun 2006. Sedangkan porsi UMKM, kendati masih mendominasi, namun akan dikurangi dari 87 persen pada tahun 2005 menjadi 80 persen pada tahun 2006. Total kredit baru BRI pada tahun 2005 sekitar Rp 14-15 triliun.Sementara pertumbuhan kredit BRI tahun 2005 mencapai 24 persen dengan outstanding sekitar Rp 74-75 triliun. "Untuk tahun ini tumbuh 20 persen saja sudah bagus, tapi kita usahakan untuk bisa sampai seperti tahun sebelumnya," kata Wadirut BRI Wayan Alit Antara dalam peluncuran kartu kredit BRI di kantor pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/2/2006).Direktur Mikro dan Ritel BRI Ventje Rahardjo mengatakan, tahun ini target fee based income atau pendapatan dari jasa akan ditingkatkan menjadi Rp 750 miliar atau meningkat 36,36 persen. Pendapatan BRI dari fee based income pada tahun 2005 tercatat Rp 550 miliar. "Faktornya antara lain karena lebih banyak nasabah penabung BRI. Selain itu jasa administrasi di pedesaan yang dulu gratis sekarang akan dikenai biaya," ujar Ventje.Faktor lain yang mendukung peningkatan tersebut adalah kerjasama remitansi atau jasa pengiriman uang dengan Western Union serta rencana pembukaan bank insurance.Kartu Kredit BRIBRI menargetkan kartu kredit keluarannya hingga akhir tahun 2006 sebanyak 50.000 kartu. Dari jumlah itu akan menambah kontribusi ke fee based income BRI sebanyak Rp 2-3 miliar. "Untuk saat ini targetnya masih nasabah BRI saja. Dari sistem dan tenaga kita juga masih dalam tahap uji coba. Tahun 2007 mungkin diterapkan strategi lain," ujar Ventje. Ia menambahkan, kartu kredit dengan bunga 2,2 persen ini segmen pasarnya tidak bersaing dengan Citibank, BNI, Bank mandiri karena limit rendah dan lebih ke arah untuk pembiayaan yang produktif ketimbang konsumtif.
(qom/)











































